Pranata Sosial Di Tengah Masyarakat Saat Pandemi Covid-19

Oleh: Tiya Yuni Lestari

Mahasiswa Sosiologi Agama IAIN Bukittinggi

Pranata sosial merupakan sistem atau sebuah aturan baik ditengah masyarakat, instansi seperti di kantor, lembaga dan lain sebagainya. Dibentuknya pranata sosial bertujuan untuk ditaati sehingga masyarakat yang berada disekitar merasa nyaman, tentram. Pada dasarnya di setiap perkampungan atau desa memiliki aturan tersendiri yang dibuat dan disepakati oleh masyarakat dan perangkat desanya. Seperti yang dilakukan perangkat desa Sungai Dareh Kenagarian Pakan Sinayan di saat pandemi dalam upaya menghadapi pandemi Covid-19 perangkat desa atau yang bertugas  mengeluarkan aturan untuk memutuskan mata rantai atau meminimalisir penyebaran Covid-19 yang biasa kita kenal dengan virus corona, seperti wajib untuk perangkat mesjid atau mushola menyediakan tempat pencuci tangan untuk jamaah sebelum memasuki mesjid ataupun mushola, warga dihimbau untuk selalu memakai masker jika ingin keluar rumah, menyediakan cek suhu badan di kantor desa, dan membawa hensinitizer saat berada di luar rumah. 

ilustrasi: kemsos

Lalu apa sih fungsinya sehingga perlu dibuat aturan seperti ini? kita melihat dari segi fungsi manifes, biasanya fungsi manifes ini sering dikenal atau dipahami dengan fungsi yang di harapkan, atau yang sudah terlihat jelas fungsinya. Sehingga aturan  yang dibuat Nampak jelas dan juga memberi manfaat bagi masyarakatnya sendiri, dan juga berfungsi untuk mengatur menjaga keutuhan masyarakat agar tidak terjadinya ancaman perpecahan ditengah masyarakar. Pada dasarnya disetiap kehidupan atau setiap lingkungan manusia akan hidup ber-pranata. Artinya semua perilaku manusia yang berada disuatu lingkungan tersebut akan diatur sesuai dengan cara-cara yang telah disepakati secara bersama. Pranata Sosial ini pada dasarnya tidak bersifat memberikan informasi yang membenarkan dalam suatu kepercayaan, sehingga wujudnya tidak dapat dilihat secara fisik namun dapat dipahami melalui konsep/kontruksi berfikir.

Dari segi islam secara umum Allah menerangkan bahwa semua masalah (pokok-pokoknya) terdapat dalam Al-qur’an pada masa sahabat. Apabilah mereka menghadapi suatu masalah yang harus dipecahkan mereka lebih dulu berpegang pada nash Al-qur’an kemudian Al-hadits. Namun apabila tidak ditemukan maka berijtihad untuk menemukan hukumnya. Dalam berijtihad mereka berpegang pada pengalaman dalam bidang syariat, pergaulan mereka dengan Nabi dan rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-qur’an dan Al-hadits. Terkadang juga mereka menetapkan hukum dengan qiyas yaitu mengqiyaskan suatu yang ada nashnya, terkadang pula hukum di tetapkan sesuai dengan kemasalatan dan menolak kemudaratan.

Kembali lagi ke aturan yang dibuat di jorong sungai dareh pakan sinayan ini memiliki salah satu fungsinya agar warga ikut membantu mencegah atau meminimalisirnya penyebaran covid-19, Kehidupan masayarakat sekitar dapat berjalan dengan lancar dan tertib, dan juga bisa menjadi pegangan dalam menghadapi sistem pengendalian sosial, dan harapan kita semua semoga pandemi yang melanda dunia saat ini khususnya Indonesia bisa cepat selesai. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.