Pembelajaran Daring Di tengah Wabah Covid-19 Tidak Efesien

Oleh: Afri Santi Amelia

Mahasiswa Sosiologi Agama

IAIN Bukittinggi

belajar daring - foto: sidoarjonews.com

Daring (dalam jaringan) yaitu proses belajar mengajar dilakukan dengan jaringan internet. Pembelajaran Daring merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka secara langsung antara murid dan siswa atau dosen dan mahasiswa, caranya dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet atau lewat HP. Guru atau dosen yang akan mengajar siswa ataupun mahasiswa berharap kegiatan belajar mengajar tersebut berjalan dengan baik meskipun keadaan yang tidak memungkinkan. Pembelajaran daring ini dapat memerlukan sarana dan prasarana seperti Handphone yang Android, jaringan harus kuat, dan kouta harus ada dalam melakukan pembelajaran daring. Selama pandemi Covid-19 pembelajaran daring yang dilakukan tidak tatap muka tidak berjalan dengan baik dan tidak efektif. Dalam pembelajaran daring ini siswa banyak yang mengeluh atau bermalas-malasan atau tidak bisa belajar daring karena tidak menggunakan handphone android untuk belajar. Pembelajaran daring sangat bergantung pada jaringan yang digunakan serta kouta yang dimiliki, apabila tidak ada jaringan dan tidak memiliki kouta maka pembelajaran daring tidak bisa dilakukan.

Pembelajaran daring ini sangat berat yang dilakukan untuk berinteraksi terutama pada guru yang ingin menjelaskan pelajaran, pada siswa juga berat dalam pelajaran yang diterima dari yang mengerti menjadi tidak mengerti sama sekali pelajaran yang didapat sehingga siswa tidak efektif dalam belajar. Sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar sekolah dapat dilakukan belajar di rumah. Hal ini dilakukan sangat tidak efektif dalam belajar, oleh karena itu pembelajaran daring ini harus dilakukan dengan daring agar terhindar dari Covid-19. Belajar online ini kurang efektif dilakukan oleh siswa karena siswa tidak terbiasa melakukannya tanpa tatap muka di masa pandemi, dilakukan belajar online di rumah agar memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19. Dalam melakukan belajar online, guru akan memberi masukan kepada siswanya agar siswanya mau belajar online dalam pandemi Covid-19 ini. Mau tidak mau siswa tersebut harus belajar online di rumah. 

Pembelajaran daring sangat berkendala terhadap siswa karena siswa tidak memiliki fasilitas yang memadai dan bagi siswa yang kurang paham dengan system pembelajaran daring tersebut. Begitupun bagi para guru tidak bisa menjelaskan pelajaran yang kurang mengerti oleh siswanya. Pembelajaran daring yang dilakukan secara online tidak seefektif  pembelajaran tatap muka, pembelajaran daring ini tetap dilakukan apabila guru dan siswa dapat berinteraksi walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Pembelajaran daring ini dapat dilakukan belajar mengajar dengan Handphone android yang bisa dilakukan untuk belajar melalui aplikasi WhatsApp, aplikasi Zoom, dan aplikasi yang lain agar pembelajaran daring dapat berjalan dengan baik. Itu salah satu yang dapat mempermudah pembelajaran daring supaya efisien.

Pembelajaran daring yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini dapat memutus mata rantai penyebarannya yang dapat menggunakan Handphone android, oleh karena itu siswa dapat melakukan pembelajaran daring dengan baik dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk dapat belajar dalam pandemi ini. Tujuan belajar online di rumah dalam keadaan Covid-19 agar terhindar dari wabah Covid-19 dengan cara mentaati protokol kesehatan, dan kita dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk dapat berkomunikasi dan saling berinteraksi antara guru dan siswa. Solusi dari pembelajaran daring yaitu dapat mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak menular. Siswa dapat belajar online apabila semua kendala bisa dilakukan dengan baik dan dapat dilakukan dengan terbiasa. Setelah melakukan pembelajaran daring secara online, siswa dapat melakukan pembelajaran dengan baik juga dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa online di rumah. 

Sejalan kemunculan Covid-19 berlangsung, pemerintah dapat memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk tetap melakukan social distancing yang mengakibatkan segala aktifitas terhambat seperti dilakukannya belajar daring di rumah mengakibatkan segala bentuk proses belajar mengajar harus dilakukan secara jarak jauh atau dilakukan dalam daring. Pembelajaran daring diimplementasikan dengan berbagai cara oleh pendidik untuk mengantisipasi pandemi yang terjadi. Pengajar harus dapat melakukan belajar mengajar walaupun dalam keadaan yang seperti sekarang ini. Pengajar dapat memafaatkan segala aplikasi atau media seperti Classroom atau Zoom untuk membantu dalam mengajar agar siswa dapat melakukan semua kegiatan. 

Menurut perspektif Sosiologi, belajar di rumah sudah dapat dilakukan dalam kondisi seperti saat sekarang ini, agar dapat mencegah penularan Covid-19. Dalam Ilmu Sosiologi belajar daring ini ada kaitannya dengan interaksi karena interaksi antar manusia itu tidak harus bertemu langsung atau bertatap muka, interaksi dapat juga dengan menggunakan media seperti HP. Oleh karena itu kita dapat melakukan interaksi melalui media saja tidak perlu dengan langsung bertatap muka. Dalam interaksi yang dilakukan secara media juga terdapat konflik, kita tidak dapat terhindar dari sebuah konflik karena kita dapat hidup bermasyarakat dan terdapat struktur yang mengatur sehingga terbentuk suatu tatanan masyarakat yang kompleks. Permasalahan yang diakibatkan dari wabah Covid-19 ini dirasakan oleh masyarakat terutama pada anak sekolah yang terkait dengan belajar daring di rumah dengan dilakukannya berbagai  tugas terlalu banyak, gunanya pelajar dapat melakukannya dengan baik dan dapat mencegah penularan Covid-19. 

Dibalik terjadinya pandemic Covid-19 kita dapat mengambil hikmahnya. Pembelajaran daring yang dilakukan oleh anak sekolah itu adalah solusi yang sangat efektif dilakukan di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing atau menjaga jarak. Kerjasama yang baik antara guru, siswa dan orang tua dalam pembelajaran daring sangat efektif apabila dilakukan daring. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan yang telah dilakukan oleh pemerintah, sehingga proses belajar mengajar antara guru dan siswa bisa terlaksana seperti semula dan langsung belajar mengajar dengan tatap muka. Aaammiinn Ya Rabbal’alamin. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.