Pandemi Covid-19 dan Dampak Pada Dunia Pendidikan

Oleh: Iletna Wati

Mahasiswa Sosiologi Agama 

IAIN Bukittinggi

Belajar daring (sindonews.com)

Pada awal tahun 2020 sampai saat sekarang ini covid-19 masih menyebar keseluruh dunia. Virus ini terjadi pada awalnya di kota Wuhan. Covid-19 ini menyebar dengan sangat cepat, dan menjadi wabah ini sebagai pandemi global. Keadaan ini membutuhkan kesadaran pada masyarakat untuk berhati-hati atau waspada untuk melakukan kegiatan-kegiatan di luar rumah untuk menjaga penularan virus corona.

Selain itu, kegiatan belajar mengajar harus juga tetap berjalan dengan baik walaupun harus dilaksanakan secara daring atau online demi meningkatkan pendidikan anak bangsa. Hal ini melibatkan orang tua dalam memantau anak ketika anak belajar dirumah. Walaupun kita tidak bisa melakukan proses belajar mengajar (PBM) secara langsung atau tatap muka, tetapi kita bisa menggunakan media sosial untuk belajar online. Perubahan belajar mengajar selama covid-19 ini, memiliki dampak positif dan dampak negatifnya.

Dampak positifnya, seperti banyak sekali situs belajar online yang dapat diakses oleh setiap pelajar seperti ruang guru, rumah belajar dan lain-lain. Dan ada juga manfaatnya seperti anak dapat dipantau oleh kedua orang tuanya secara langsung dan menghabiskan waktunya dengan keluarga, biasanya kita banyak menghabiskan waktu dengan teman-teman kita sekarang selama pandemi covid-19  kita banyak meghabiskan waktu dengan keluaraga kita masing-masing. 

Selain dampak positifnya, belajar selama pandemi covid-19 ini ada juga dampak negatifnya, seperti  wilayah yang terisolir yang sangat susah jaringan bahkan sama sekali tidak ada jaringan, sehingga harus pergi mencari jaringan ketempat yang ada jaringannya  demi untuk mengikuti belajar online. Dan pelajar juga terkendala oleh kuota internet, karena setiap harinya harus ada kuota untuk mengikuti belajar online. Namun pelajar juga menemukan kendala saat menjalani belajar online, seperti dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru atau dosennya sulit untuk dipahami.

Pada Saat ini campus dan sekolah masih ditutup, dan masih menetapkan kegiatan belajar mengajar dirumah atau secara online. Dengan kehadiran virus corona ini kita tidak bisa lagi berinteraksi dengan guru atau dosen kita secara langsung, tetapi kita hanya bisa berinteraksi melalui teknologi komunikasi, terutama media sosial. Virus corona ini memang sebuah ujian bagi kita semua, semoga kita dapat mengambil hikmahnya dan kita terus berdo’a semoga covid-19 ini cepat hilang agar bumi kita cepat membaik.

Menurut perspektif sosiologi, belajar daring atau online yang dilakukan selama pandemi covid-19 ini untuk menjaga penularan covid-19. Dalam interaksi memiliki dua syarat yaitu kontak sosial dan komunikasi. Namun dalam belajar online selama pandemi kita berinteraksi melaui teknologi komunikasi terutama media sosial. Dalam ilmu sosiologi belajar online selama pandemi ini ada kaitannya dengan interaksi sosial, karena interaksi antar manusia tidak harus secara langsung,  tetapi interaksi dapat juga berlangsung melalui media, terutama media sosial.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.