Kampanye Ditengah Pandemi Covid-19

Oleh : Vina Jasmita

Mahasiswa Sosiologi Agama IAIN Bukittinggi

Saat ini merupakan musim kampanye politik dalam menentukan pemimpin diseluruh daerah yang ada di Indonesia, begitu pula di Sumatera Barat. Kampanye ini dilakukan pada masa pandemi covid-19 yang mana untuk pertama kalinya pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan saat pandemi ini.   

kampanye (cnnindonesia)

Baru-baru ini salah satu calon walikota mengadakan kampanye secara terbuka yang mana kegiatan ini dapat memancing keramaian. Padahal untuk menghindari covid-19 ini setiap warga negara harus menghindari keramaian yang sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam hal ini, masyarakat ada yang pro dan ada yang kontra. Masyarakat yang pro dengan adanya kampanye terbuka ini kemungkinan besar adalah tim sukses dari calon walikota bukan hanya itu, biasanya masyarakat yang mengkuti kampanye tersebut akan diberikan uang oleh calon walikota sebagai imbalan telah mengikuti kegiatan tersebut.

Kemudian masyarakat yang kontra kemungkinan masyarakat yang tidak menyukai calon walikota tersebut dan mendukung calon lain namun alasan masyarakat ini rata-rata masuk akal, karena melanggar kebijakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Seharusnya calon walikota memahami peraturan yang telah ditetapkan karena mereka akan menjadi pemimpin dari daerah yang harus lebih mengerti bagaimana sebuah peraturan. bukan hanya itu, melakukan kampanye terbuka saat pandemi ini akan berdampak buruk bagi dirinya dan orang lain yang ada sekitarnya.

Dalam hal ini calon walikota dan wakil walikota bisa melakukan kampanye dengan alternatif lain misalnya, melakukan kampanye secara online dimedia sosial seperti instagram dan facebook agar tidak terjadi pro dan kontra dari masyarakat. 

Calon walikota dan calon wakil walikota juga dapat mempromosikan dirinya dengan cara memasang poster dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Terutama pada masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang terimbas pengaruh pandemi ini  terutama pada daerah yang akan mereka pimpin. 

Dengan demikian, masyarakat akan terhindar dari virus covid-19 karena tidak terciptanya keramian. Kemudian masyarakat bisa memilih dan mempercayai siapa yang akan menjadi pemimpin pada daerahnya tersebut tanpa adanya konflik yang menyebabkan terjadinya perpecahan dalam kehidupan bermasyarkat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.