Hilangnya Budaya Berjabat Tangan Di Pandemi Covid-19

Oleh: Febri Devika

Mahasiswa IAIN Bukittinggi

Jurusan Sosiologi Agama

Ilustrasi hilangnya berjabat tangan (sumeks.co)

Pandemi virus corona telah banyak mengubah segala sesuatu pada bumi Indonesia bahkan hampir seluruh dunia. Sejak kedatangan pandemi virus corona yang telah banyak merubah tatanan kehidupan masyarakat hanya dalam waktu singkat. Virus yang tak pernah terbayangkan oleh masyarakat kedatangannya yang dapat menyababkan derita kemanusian yang sangat mendalam. Virus yang dapat menyebar melalui udara dan bersentuhan dengan orang yang terpapar dapat juga ditularkan melalui tangan, percikan air ludah dan dan lain-lainnya. Dalam satu hari virus corona dapat menelan puluhan bahkan ribuan korban yang terpapar virus corona. Oleh karena itu pemerintah melarang keras masyarakat beraktifitas diluar rumah, menjaga jarak, memakai masker jika berpergian, apalagi bersentuhan. Karena adanya virus ini berbagai kebiasaan sosial atau pergaulan sosial masyarakat berubah. Termasuk perubahan kecil dalam masyarakat Bukikbatabuah.

Di Bukikbatabuah yang memiliki kebiasaan setiap bertemu saudara, teman ataupun kerabat sudah menjadi kebiasaan berjabat tangan untuk membuka pertemuan mereka. Hal yang demikian sudah menjadi kebiasaan bahkan wajib bagi masyarakat Bukikbatabuah untuk mempererat hubungan silaturrahmi sesamanya. Sejak virus corona datang dan mengubah seluruh tatanan hidup masyarakat, termasuk itu tatanan bersosial masyarakat itu sendiri. Hal yang sering kita lakukan ketika bertemu keluarga atau teman saling berjabat tangan namun sekarang itu tidak ditemukan lagi pada masyarakat Bukikbatabuah. Karena adanya virus korona  budaya berjabat tangan sudah pudar bahkan hilang dari kebiasaan masyarakat Bukikbatabuah. Bukan karna tidak sopan menolak untuk berjabat tangan ketika bertemu namun untuk memutus penularan virus corona yang dapat ditularkan melalui tangan.            

  Diantara akhlak islami yang mulia yang menghiasi hubungan muslimin dan sebagai bukti rasa persaudaraan dengan berjabat tangan ketika berjumpa. Apalagi pada saat datangnya hari besar islam seperti ramadhan, hari raya idul fitri, hari raya idul adha berjabat tangan seakan sudah menjadi suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Berjabat tangan kini digantikan dengan bermacam gaya atau cara yang diciptakan oleh remaja atau kalangan tertentu seperti mempertemukan bagian siku satu sama lain, ada juga hanya dengan saling menundukan kepala dan dengan cara lainnya tampa bersentuhan. Karna virus corona dapat menural melalui apa saja, maka kebiasaan berjabat tangan untuk sementara  waktu tidak lagi menjadi kebiasaan masyarakat Bukikbatabuah, sampai wabah virus corna ini benar-benar hilang dari kehidupan dan berjabat tangan tidak lagi suatu hal yang berbahaya untuk dilakukan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.