Amankah Bermain Media Sosial dengan Memerangi Isu Kesehatan Mental?

Oleh : Atika Prihatini

Mahasiswa Sosiologi Agama IAIN Bukittinggi

bermain media sosial, foto: Unsplash

Kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa, yang terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam kondisi sehat, gangguan kecemasan, sters, dan depresi. Kesehatan mental yang tidak bermasalah yaitu ketika kondisi batin kita dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga kita dapat  menikmati kehidupan sehari-hari dengan bahagia dan kitapun dapat  menghargai orang lain yag ada di sekitar kita.

Kesehatan mental dapat pula dipengaruhi oleh peristiwa yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang, seperti stres berat yang tidak dapat menyerang dalam waktu singkat.. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul penyakit mental yang dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stress, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri diri sendiri.

Penyebabnya :

  1. Mengalami kerugian social, seperti masalah kemiskinan
  2. Pengangguran, kehilangan pekerjaan
  3. Merasa kesepian

Pencegahannya :

  1. Memelihara pikiran positif.
  2. Menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Kesehatan mental menjadi sebuah isu yang hangat diperbincangkan saat ini, terutama ditengah covid-19. Inilah salah satu alasan media social meliris serangkaian fitur yang dapat mendorong lebih banyak interaksi positif di media social itu sendiri, seperti salah satunya yaitu instagram yang diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan anak muda dalam menghadapi situasi covid-19.

Media social meluncurkan banyak sekali fitur baru yang merupakan upaya media social agar anak muda merasa aman dan aman dalam mengakses media sosial itu sendiri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.