Hobi Menanam Bunga Di Tengah Pandemi Hingga Menjadi Tren

Oleh: Adila Ningsih Br Sinulingga

Mahasiswa Sosiologi Agama IAIN Bukittinggi

Hobi menanam bunga akhir-akhir ini semakin meningkat dikalangan masyarakat, khususnya di Desa Budaya Lingga. Tak jarang hobi ini semakin hari semakin tren apalagi ditengah kondisi pandemic pada saat sekarang ini. Bahkan diseluruh kalangan masyarakat hobi menanam bunga ini semakin hari semakin meningkat. Tak hanya menjadi hobi dan sekedar tren saja, menanam bunga disekitar pekarangan rumah bisa menjadi sebuah penghasilan bagi masyarakat yang merawat tanamannya. Itulah yang menyebabkan masyarakat banyak berlomba-lomba menanam tanaman hias atau tanaman yang langka di pekarangan rumahnya.

Di masa pandemic pada saat sekarang ini membuat banyak waktu luang dirumah saja sehingga para ibu-ibu rumah tangga menyibukkan diri dengan bercocok tanaman hias. Bahkan  pemerintah menganjurkan untuk melaksanakan seluruh kegiatan dirumah saja, mulai dari belajar dari rumah bekerja dari rumah, serta beribadah dari rumah saja. Banyak waktu dirumah  selama pandemic covid-19 ini membuat masyarakat mengeksplorasi hobi menanam bunga ini.

Nita Br Ginting (51) adalah seorang ibu rumah tangga dari Desa Budaya Lingga, Sumatera Utara. Beliau mengatakan bahwa dari dulu sebelum tren menanam bunga ia sudah hobi menanam disekitaran pekarangan rumah.

“Dari dulu saya memang sudah suka menanam bunga disekitar pekarangan rumah, karena menambah hijau mata saya dan membuat pikiran saya menjadi tenang disat melihat hijaunya dedauan bunga didepan rumah apalagi saya suka memakan sirih didepan teras rumah sambil melihat-lihat tanaman bunga saya dan sampai pada saat sekarang ini saya tidak menyangka bahwasanya kegemaran menanam bunga ini bisa menjadi ladang penambah pemasukan saya ”, kata dia saat saya temui, Sabtu 26 September 2020

Salah satu jenis tanaman yang ia tanam adalah jenis bunga gelombang cinta yang saat ini sangat digemari masyarakat desa lingga. Tak hanya itu, ia juga menanam berbagai jenis tanaman hias seperti bunga lanet, tengkorak hitam, keladi merah, bunga pisang-pisang, lidah buaya dan bunga ekor anjing. Namun, dari berbagai jenis bunga yang ia tanam,, Tanaman hias gelombang cinta dan tengkorak hitamlah yang paling banyak diburu dan digemari warga setempat dan harganya juga masih relative murah berkisar Rp. 10 ribu - 100 ribu per pot tergantung jenis dan ukurannya.[tacom/Adila]

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.