Covid 19 dan Perubahan Yang Terjadi

 

(Foto: Learn More)

Covid-19 dan Perubahan yang Terjadi

Oleh: Rahma Nur’aini

(4617047)

Mahasiswa Sosiologi Agama  IAIN Bukittinggi

Wabah Covid-19 yang telah lama melanda dunia termasuk juga Indonesia sangat meresahkan berbagai kalangan. Wabah ini telah masuk ke Indonesia mulai sejak awal bulan Januari 2020, namun mulai diumumkan pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020 karena ditemukannya 2 kasus pasien positif. Berbagai cara telah dilakukan untuk menekan penambahan kasus positif, termasuk sudah dilaksanakan PSBB di berbagai daerah. Mulai dari bulan Maret semua aktifitas dilaksanakan dirumah saja.

Walaupun PSBB sudah diterapkan tetap saja wabah ini masih bertahan hingga saat ini. Hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat mematuhi peraturan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Saat keluar rumah masyarakat masih tidak menggunakan masker, tidak membawa hand sanitizer, dan bahkan masih banyak yang berkerumunan walau sudah diminta untuk jaga jarah setidaknya 1,5 meter.

Perubahan sosial merupakan proses alamiah dan sifatnya pasti seperti yang dikemukakan oleh Heraklitus bahwa tidak ada yang pasti kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan sosial adalah sesuatu yang akan selalu dihadapi oleh manusia dalam sejarah kehidupannya (Marius, J. A, 2006). Seperti perubahan yang terjadi semenjak wabah ini, terlihat dari pola interaksi masyarakat yang berbeda dengan sebelumya, yang mana di era sebelum Covid-19 ini masyarakat bebas untuk berkumpul dengan siapa saja dan pergi kemana saja, tetapi saat ini masyarakat disarankan untuk menjaga jarak dan keluar rumah bila diperlukan.

Perubahan yang luar biasa juga terjadi dibidang pendidikan. Semua jajaran pendidikan terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah melalui media daring (online). Ini bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan, karena belum sepenuhnya siap. Walaupun sudah ada aplikasi yang disediakan. Masalahnya adalah masih banyak siswa yang tidak memiliki laptop atau handphone untuk digunakan sebagai media pendukung pembelajaran daring ini. Bahkan ada di beberapa daerah yang tidak memiliki jaringan internet, sehingga siswa harus menempuh jarak yang jauh agar bisa mendapatkan jaringan. Adanya kegiatan belajar daring ini dianggap tidak efektif, dikarenakan masih banyak siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, seperti banyak siswa yang hanya mengisi apsen saja namun tidak mengikuti proses belajarnya.

Dari kasus pandemi ini kita semakin menyadari akan adanya perubahan sosial yang terjadi. Adanya perubahan sosial ini telah melahirkan  kebiasan-kebiasaan baru dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Semenjak menghabiskan waktu dirumah saja masyarakat menjadi lebih konsumtif. Pendemi Covid-19 membuat pola kehidupan berubah termasuk dalam hal kebutuhan kepada teknologi. Dengan  adanya peraturan menjaga jarak masyarakat menjadi menggunakan teknologi untuk berintekrasi. Dan ada juga masyarakat yang mulai menggunaka teknologi sebagai penambah penghasilan seperti berjualan online.{tacom/Rahma Nur'aini}

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.